siapa yang bagaimana

Kemarin, aku baru saja membuka pintu itu

Dimana semua senyum penuh harapan berteriak penuh sesak

Aku hanya tersenyum melihat mereka dengan ocehan nakalnya

Berlari dan menari-nari menyusuri  gang panjang  yang mereka sebut komplek ini…………..

Sejenak aku bertanya………………

Akankah mereka dapat melihat dalam gelapnya kehidupan

Akankah mereka dapat berlari dalam panasnya terik peradaban

Dan akankah mereka tumbuh tanpa harus mencicil kesempurnaan mereka………

Jelas, jawabnya tidak akan……….

Lantas, siapa yang harus mengangkat mereka saat sayap mereka patah

Lantas,bagaimana bila airmata mereka bersaksi  bila jiwa mereka meremuk

Dan lantas apa yang akan terjadi dengan mereka bila tiba-tiba setan mencekik ubun-ubun mereka…

Aku melumpuh ditengah-tengah  jelaga kalbu ku.

Sejenak, malaikat biru kecil memberiku teropong untuk melihat siapa yang ada untuk mereka pada saat bagimana itu……………………

Aku tersedak tiba-tiba saat teropong itu menampilkan seluet wajah ku……………………..

Fitnah……!!!!

Palsu……………..!!!!

Bohong……………..!!!

Tiba-tiba malaikat biru kecil itu menutup paksa semua pintu, menggelapkan semua jendela dan mengunci semua dengan jeruji yang mereka sebut perpisahan………………..

Oh tuhan………………….

Jika benar apa yang ada dalam teropong itu………………

Mengapa harus kau pisahkan aku dengan mereka……………..

Mengapa kau jauhkan aku dari pandanganya……………

Mengapa kau tutupi aku dari senyumanya………………….

Dan mengapa aku harus tidak lagi ada untuk mereka…………………..

Anginpun tertawa………………..

Bodohnya……kau sobat…………….

Apa yang kau pertanyakan adalah satu keterlambatan untuk kau teriaki

Mereka akan pergi

mereka akan tiada

dan mereka akan tidak tersenyum lagi untukmu

Dan kau untuk kesedihanmu itu hanya satu kesia-siaan yang berujung pada kekosongan

Senyum mereka adalah harga mati yang tak bisa lagi kau tawar……..

Airmata mereka adalah satu kristal beku yang tak kan lagi bisa kau beli….

Teriakan mereka sudah tak ternilai untuk telingamu itu

Karena sekarang memang bukan saatnya untuk itu……

Bukan saatnya untuk ini

Dan bukan saatnya untuk tadi……..

Sebab hari ini,sekarang dan saat ini adalah saat dimana bukan mereka yang harus tersenyum untuk kamu

tapi senyum dari bibirmu

airmata kebangganmu

dan teriakan penuh semangatmu

yang harus menghantarkan mereka pada pintu-pintu lain yang mereka sebut masa depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: